Leadership: Kebiasaan Buruk Para Pemimpin

Leadership: Kebiasaan Buruk Para Pemimpin

Advertisements

“Pemimpinmu juga manusia, mereka bisa berbuat salah maupun jahat.”

Pernahkah kalian mendengar kalimat di atas terucap oleh temanmu? Tentu saja pemimpin jugalah seorang manusia, bisa berbuat salah dan jahat, tapi apakah seorang pemimpin harus selalu mengulangi kesalahan dan perbuatan jahatnya? Jawabannya TIDAK.

Seorang pemimpin sering kali mengetahui perbuatan mereka itu salah dan dapat melukai hubungannya dengan orang lain, terutama para koleganya, tapi demi tujuan tertentu, mereka rela melukai hubungan tersebut demi mencapai tujuannya. Is it worth it? No.

Hubungan (Relationship) adalah sebuah kunci menuju kesuksesan dalam hidup seorang manusia. Kamu mungkin orang paling pintar dan berpengalaman di perusahaan, tapi tanpa hubungan yang baik dengan para kolegamu, kamu tidak bisa mencapai sesuatu dengan optimal. Manusia makhluk yang terbatas, makhluk sosial yang butuh bantuan orang lain.

“Ketika hubungan antar kolega terjaga dengan sangat baik, kantor dapat menjadi seperti rumahmu dan kolegamu dapat menjadi seperti keluargamu.”

Kamu mungkin menganggukan kepala tanda setuju setelah membaca kalimat-kalimat di atas karena di kantormu ada pemimpin-pemimpin yang masih saja suka melakukan kesalahan dengan melukai hubungannya dengan para koleganya. Lihatlah pemimpin yang seperti itu, apakah ada orang yang senang dan tulus hati mengajaknya bersenda gurau, makan bersama, jalan-jalan bersama? Jika memang ada yang mengajaknya melakukan hal-hal tersebut, itu hanya sebuah tindakan ‘takut pimpinan’ atau ‘mencari perhatian’.

Pemimpin yang benar seharusnya mengajak para koleganya untuk duduk bersama memecahkan masalah, bukan melemparkan masalah begitu saja. “Saya ga mau tahu gimana caranya, pokoknya hari ini masalah ini harus selesai.” Pernyataan ini merupakan pernyataan favorit para ‘pemimpin’. Dari kalimat ini, kita sudah dapat mengenal sosok dari pemimpin tersebut, dia adalah seorang pemimpin yang tidak mau mendapat masalah, hanya ‘mau tau beres’.

“Pertanyaannya, apakah seorang pemimpin layak hanya mau tau beres?”

Ini merupakan pelajaran bagi para kaum muda, pemimpin masa depan. Setelah membaca artikel ini, penulis berharap kalian dapat menyaring hal-hal yang tidak boleh dilakukan seorang pemimpin dengan memperhatikan para pemimpin di tempatmu berkarir.

Credit: Sachin Karpe at Flickr (Photo)

2 thoughts on “Leadership: Kebiasaan Buruk Para Pemimpin

  1. Numpang komen, hehehe… one day when you become a leader you will know that it’s not that easy to be in that position. Selalu ada pro dan kontra soal pemimpin yang baik. Memang pemimpin yang ‘gak mau tau’ bikin kita sebel. But there is always a good side in every situation, depend how we see it. At least that bad leader have taught you a lesson to be not that kind of leader ^^v
    Tetap semangat! Cheers!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s